Coretan Martina

"Bercerita dan berpuisi suka-suka...."

KEN AROK

Ceritanya si Ken Arok lagi Pedekate sama Kendedes. Sayang seribu sayang Kendedes sudah bukan single woman lagi melainkan dah jadi istri orang lain. Tapi bukan Ken Arok namanya kalau nyerah gitu aja. Dengan ngeyel dia berusaha sebisa mungkin mendapatkan respon dari pujaan hatinya itu.

Suatu hari Ken Arok ngintip pertengkaran antara Mpu Gandring si pembuat keris dengan Tunggul Ametung suami Kendedes. Usut punya usut ternyata Sang Tunggul Ametung lagi uring2an karena keris pesenannya nggak jadi2. Lha wong sudah mau tahun baru lagi kok nggak jadi2. Piye toh? padahal dia pesen sudah pertengahan tahun yang lalu. Ini Mpu asli atau bukan seh? Ia menggerutu panjang lebar.

Sang pembuat keris yaitu Mpu Gandring tak kalah keras bersuara. Yang namanya keris pusaka itu ya mesti lama bikinnya. Selain harus ditempa dengan hati2 perlu juga dijampi-jampi. Jadi tidak sembarangan. Lha kalau mau cepet kenapa nggak pesen sama pandai besi saja? Toh sama saja keris namanya.

Sama2 nggak ada yang mau mengalah akhirnya terjadi pertengkaran hebat yang berujung pada perkelahian. Dengan nekad Tunggul Ametung menusukkan keris setengah jadi tadi kepada Mpu Gandring. Dan sekaratlah sang Mpu dibuatnya. Sebelum koit, sang mpu sempat mengucapkan kutukan serem:

"Dasar katrok. Gak sabaran banget seh! Nah, rasakan akibatnya. Keris yang kamu pakai membunuhku akan menuntut balas sampai tujuh turunan. Engkau dan orang2 yg dekat denganmu".

Trus bye bye deh si Mpu. Meninggal di tangan orang yang pesen keris padanya. Ironis banget, ya? Sudah nggak dibayar, nyawa pula jadi taruhan.

Sebenarnya agak keder juga Tunggul Ametung mendengar kutukan Mpu Gandring. Tapi dasar penguasa nggak tahu diri. Sok bener sendiri aja dia. Dengan pongah dan tanpa merasa bersalah ia pun pulang dengan membawa keris tersebut.

Balik lagi ke Ken Arok. Ternyata cintanya kepada Kendedes tidak bertepuk sebelah tangan. Sekali kedipan dibalas dua kedipan mata oleh pujaan hatinya. Dengan membayangkan kecantikan Kendedes saja dia sudah termehek-mehek dibuatnya, apalagi dengan terbalas cintanya. Meskipun ya...jelas2 Kendedes ada yang punya...namanya juga cintrong...yo lanjut sajalah.

Karena ngebet memiliki Kendedes, Ken Arok punya rencana untuk membunuh Tunggul Ametung. Sambil2 mengendap-endap karena takut ketahuan ia pun masuk ke kamar tidur bossnya itu. Eh, tak dinyana tak diduga, aksinya ketahuan juga. Terpaksalah, karena kepepet, ia terlibat perkelahian dengan Tunggul Ametung yang sekaligus adalah rivalnya. Wah, kesempatan nih, pikirnya. Kalau kubunuh pasti OK punya dong. Aku bisa segera mendapatkan wanita yang kuimpikan.

Singkat cerita, si Tunggul Ametung kalah keok dari Ken Arok. Gimana tidak? Dia yang kakek2 harus melawan orang muda. Kalah kuat dong. Lagipula ganteng2 gitu Ken Arok adalah ahli olah raga bela diri. Kalau nggak salah sih dia lulusan perguruan pencak silat MP. Dan ternyata kutukan Mpu Gandring benar adanya. Tunggul Ametung meninggal akibat ditusuk menggunakan keris yang dibikin oleh Mpu Gandring.

Dengan bangga hati Ken Arok melaporkan diri kepada Kendedes. Bukannya sedih karena suaminya mati, si doi malah terlihat sumringah (Enak dong dapat brondong.....!). Akhirnya sampailah mereka ke gerbang pernikahan, meskipun banyak yang menentang. Pernikahan pasangan selingkuh ini akhirnya terjadi juga. Atas nama cinta mereka menghalalkan segala cara.

Hanya saja karena pernikahan tersebut dasarnya sudah nggak bener, ujung2nya nggak berlangsung lama juga. Anusapati, anak Tunggul Ametung yang sudah curigesion sama Ken Arok diam2 mengadakan penyelidikan dengan bantuan detektif swasta. Setelah terkumpul bukti2 yang cukup, maka ia pun melabrak Ken Arok. Nah, ketahuan deh, kalau dulunya Ken Arok cuma selingkuhan ibunya. Bagaimana mungkin ibunya yang cantik jelita bisa kesengsem sama rakyat jelata yang asal-usulnya gak jelas ini?

Setelah bukti2 cukup ia pun membalaskan kematian bapaknya. Ken Arok menjadi korban ketiga dari keris Mpu Gandring sesuai dengan kutukan yang dijatuhkan atasnya (Nah, Ken Arok inilah yang dianggap sebagai cikal bakal berdirinya Kerajaan Singosari yang bekas2nya masih bisa dilihat di kota Malang. Kotaku gitu loh..).

Dari intrik2 terselubung dan dendam kesumat yang terjadi dalam keturunan Kendedes, yang berasal dari kubu Tunggul Ametung maupun Ken Arok, akhirnya terbentuk cikal bakal kerajaan Singosari. Kerajaan yang kemudian berkembang pesat ke seantero negeri. Kerajaan Singosari menjadi bukti bahwa : selingkuh itu bisa indah bisa tidak. Indah kalau nggak ketahuan. Nggak indah kalau ketahuan.

BTW ada yang inget nggak lagunya siapa sih ini? :....."Tak selamanya selingkuh itu indah"......
*  just joking biar ndak serius2 banget.....peace.....:))

0 komentar: