Coretan Martina

"Bercerita dan berpuisi suka-suka...."

WAWANCARA

Hari ini tanggal 21 April. Seperti biasa, di Indonesia tanggal tersebut diperingati sebagai hari Kartini. Seperti biasa pula, peringatan hari Kartini seperti identik dengan sanggul dan kebaya. Satu lagi, identik dengan urusan masak-memasak, yang jatuhnya tidak jauh-jauh dari urusan perut.

Itu sebabnya aku bermaksud melakukan wawancara dengan Ibu R.A Kartini yang konon katanya adalah pendekar emansipasi wanita di negara ini. Biar saja orang berpikir itu tindakan konyol. Daripada aku penasaran dengan pertanyaan berjibun yang tidak terjawab?

Aku : Selamat siang, Ibu. Selamat datang di blog saya, yang secara khusus saya buat untuk menampung ide2 saya yang tiba2 muncul. Blog nano2 begitulah.....!

Kartini: Selamat siang juga. Terima kasih atas undangannya. Blognya bagus kok. Sering diupadate, ya?

Aku : Nggak juga sih, Bu. Kalau boss saya lagi banyak kerjaan dan nampak marah2 melulu ya terpaksa ditinggalin alias nggak bisa ngupdate. Kalau boss lagi cerah dan ide mengalir bak air mancur ya saya update (Kok malah ngomongin blog ya?). - Begini Bu, saya ingin mengajukan beberapa pertanyaan. Apakah Ibu tidak keberatan?

Kartini: Ah, tidak. Malah saya sangat senang dengan perempuan2 Indonesia yang berani mengajukan pertanyaan. Itu tandanya otak mereka masih berjalan dengan baik. Masih normal. Dengan senang hati saya akan mejawab pertanyaan Anda (Ibu Kartini tersenyum dengan maniiiss sekali, mirip kembang gulali).

Aku : Pertanyaan pertama. Mengapa sampai sekarang Anda masih setia dengan kebaya dan bersanggul? Apa nggak ribet gitu loh. Saya aja yang ngeliat ribet. Apalagi kalau harus makai.

Kartini: Oh ini....! Begini ya Mbak. Kalau boleh saya kasih bocoran. Saya sebenaarnya gerah juga dengan pakaian seperti ini. Tapi jaman saya dulu adanya pakaian ya seperti ini modelnya. Kalau misalnya saya bukan wong Jowo, bukan keturunan bangsawan, mungkin ndak seperti ini baju yang saya kenakan.

Aku : Ooo.....tapi Bu, kalau boleh memilih, baju seperti apa yang akan Ibu favoritkan di jaman sekarang ini?

Kartini: Ya, sesuai dengan jiwa saya yang agak2 pemberontak dan menyukai tantangan gitu. Pastinya saya akan memilih baju yang sportif. Jeans dan T-Shirt sepertinya aman2 saja untuk dipakai ya? (Loh...kok selera Ibu Kartini sama kayak aku sih?)

Aku : Wah OK juga tuh Bu. Nah, sekarang masuk pertanyaan kedua. Ibu suka nggak sih jadi pelopor emansipasi wanita di Indonesia ini?

Kartini: Loh...ya sudah pasti toh....! Kalau dulu saya tidak memulai dengan "berani" ngomong, bicara, dan mengeluarkan uneg2 saya, dah pasti sampeyan2 ini nggak akan seperti sekarang ini. Bisa jadi para perempuan Indonesia masih saja sibuk ngurus rumah, ngurus anak, ngurus suami. Tahunya hanya 2 urusan saja: Urusan dapur dan kasur. Itu kan primitif sekali ngono loh. Atau kalau tidak, sampeyan pasti sekarang nggak kerja di Batamindo karena harus ngurus anak dan suami, tul nggak?? (waduh...makin lama kok makin medok aja nih Ibu?).

Aku : Iya juga sih, Bu. Nah sekarang pertanyaan terakhir Bu. Ibu setuju nggak sih kalau sebagai salah seorang pahlawan bangsa, Ibu dikenang hanya dengan bersanggul dan berkebaya doang? Atau kalau nggak, dengan mengadakan lomba masak-memasak untuk memperingati Anda? Kalau saya sih nggak setuju karena saya nggak suka sanggulan dan berkebaya, apalagi masak.

Kartini: Hmm...saya hargai kejujuran Anda. Saya pribadi sih nggak masalah orang mau mengenang saya dengan cara apa. Hanya saja dari semuanya itu, yang terpenting adalah inti emansipasi itu sendiri. Bukan berkebaya, bersanggul atau masak-memasak. Intinya kita harus berani dan bisa menjadi wanita yang selangkah lebih maju dari yang seharusnya. Tidak berkutat di satu sisi saja. Misalnya belajar bikin blog seperti ini. Kan bagus, bisa mengungkapkan uneg2 dan berbagi inspirasi. Atau kalau tidak, mulai mikir gimana caranya bisa bantu2 suami dengan bisnis lewat internet (Kok jadi mekar hidungku ya? Merasa tersanjung boleh2 saja kan? Apalagi kalau yang muji Ibu Kartini).

Aku : Wah, setuju atuh, Bu. Kemarin2 saya dan sebagian teman juga ada bikin FB. Ibu tahu, kan? Itu tuh...jaringan pertemanan yang sekarang lagi ngetop. Hanya saja karena lupa daratan, pada ngenet di kantor. Jadi di banned deh sama perusahaan. Padahal kan bagus juga ya, Bu? Paling tidak kita sudah punya banyak teman jika mau buka bisnis baru. Nggak perlu lagi susah2 cari pelanggan. 

Kartini: Loh....emang perusahaan sampeyan perusahaan kere ya? Masak karyawannya ngenet aja dilarang. Kalau ngenet jam istirahat masak nggak boleh juga? (Ibu Kartini memandangku dengan wajah terheran-terheran).

Aku : Nggak taulah Bu. Yang penting saya sudah puas bisa melakukan wawancara dengan Ibu. Biarpun nggak boleh ngenet ya nggak pa2 deh. Paling tidak saya jadi tahu apa visi dan misi Ibu sebenarnya. Terima kasih atas waktunya ya Ibu (cipika cipiki).

Kartini: Sama-sama. Semoga sukses sebagai wanita Indonesia yang berharkat dan bermartabat tinggi. Jangan lupakan saya kalau blognya sudah ngetop.

Itulah hasil wawancaraku dengan Ibu Kartini. Sebenarnya masih banyak pertanyaan yang ingin kuajukan. Tapi karena kebanyakan pertanyaan ngaco, ya terpaksa ku stop sampai di sini. Lagipula waktu istirahat sudah abis...jadi harus siap2 untuk kerja lagi...

Akhirnya...Goodbye Ibu......thanks for everything I can learn from you. Hope there will be many women be a woman like you. Never give up to struggle.

0 komentar: